Orde Baru Bangkit Lagi di Kampus

3


Oleh : Hasrul Zakariya (Jaka)

Ketika hati bosan dan selalu terbungkam, maka lontaran Sang Singapun mengaung keras dan lantang. Saat ketertindasan dan ketidakadilan kita terima, maka pastilah perlawanan menjadi bahasa kita. Begitulah yang dirasakan oleh seorang aktifis PMII UMM, selalu saja didholimi oleh kampusnya sendiri.

Ini adalah bahasa kegelisahan hati seorang aktifis ketika "tidak bisa berbuat apa-apa", atau ketika era kebebasan berfikir selalu digencet dan dibuang. Tragisnya, ini dilakukan oleh "ayah kandung" sendiri, di dalam kampus megah yang sudah kita anggap "rumah sendiri". Kejadian kotra demokrasi yang memilukan ditengah isu transparasi di era good Governance. Sebaliknya, kampus berfikir bahwa kebeasan dan demokrasi ini adalah   penyakit menular, atau virus endemis yang membahayakan.


Baca Selengkapnya...

20 Tahun PMII UMM, 17 Generasi Kepemimpinan

in 0

Oleh Sahabat Faqih Al Asy'ari


Jas Merah. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Tidak sekedar indah didengar, tetapi adigium dari presiden RI pertama itu mempunyai makna dan substansi yang besar. Saat saya membuka kembali berkas-berkas RTK antar periode, ada kebanggaan bahwa organ ini telah mampu melewati zaman lintas angkatan dengan beragam situasi. 

Organisasi adalah benda mati. Akan tetapi ruh dan semangat orang-orang dalam organ ini masih bisa kita rasakan sampai saat ini. Saat melihat berbagai kegiatan yang tertulis di draft RTK dari tahun ke tahun, terbayang dinamika kegiatan yang berkembang pada saat itu. Sama seperti proses pendidikan, kaderisasi, dan berbagai momentum kegiatan pergerakan pada saat ini, untuk melewati semua proses itu bukanlah persoalan mudah. Tantangan, peluang dan situasi boleh berbeda. Akan tetapi tanpa keikhlasan dan kesungguhan, organisasi yang merupakan benda mati ini bisa benar-benar mati tanpa kehidupan.

Baca Selengkapnya...

Quo Vadis 20 Tahun PMII UMM

0

Oleh: Faqih AL Asy'ari
 
Ibarat tubuh manusia, perkembangan (development) diartikan bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang untuk dapat memenuhi fungsinya. Semua sistem itu bersatu menopang pertahanan tubuh sekaligus membangun kekuatan kemampuan diri. Termasuk dalam perkembangan adalah pematangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Eksternalisasinya adalah terbentuknya manusia yang seutuhnya, bereksistensi dan bersinergi dengan milayaran manusia lain di muka bumi.

Begitu juga dengan perkembangan dan sejarah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Muhammadiyah Malang.

Baca Selengkapnya...

Sistem Kaderisasi Layaknya Partai Politik

in 1

Oleh: Lugas Wicaksono

Sorak sorai masyarakat Indonesia penuh dengan buih kecewa keluar dari mulut tak kunjung pula lelah mencaci. Di sisi lain sebagian dari mereka terdiam pasrah tanpa bisa berbuat suatu apapun menyaksikan ulah Partai Politik yang sudah tak sesuai lagi dengan sistem politik impian mereka. Bicara politik dewasa ini sama dengan bicara tentang kebusukan bagi masyarakat Indonesia. Meskipun tidak demikian halnya menurut orang – orang yang mempelajari ilmu tersebut. Lantas apa sebenarnya definisi politik itu sendiri? Menurut Filsuf Yunani Kuno seperti Plato dan Aristoteles, mereka beranggapan bahwa politik sebagai suatu usaha untuk mencapai masyarakat yang terbaik. Usaha untuk mencapai masyarakat yang terbaik ini menyangkut bermacam macam kegiatan yang diantaranya terdiri dari proses penentuan tujuan dari sistem serta cara-cara melaksanakan tujuan itu[1]. Sistem politik tentunya tidak akan bisa jalan jika tanpa pelaku politik, pelaku inilah yang nantinya menjalankan sistem politik. Pelaku politik adalah orang – orang atau individu – individu yang memainkan peran dalam arena politik melalui organisasi, kelompok, lembaga ataupun suatu gerakan[2].

Baca Selengkapnya...

Strategi Pengkaderan (2): Membumikan Islam PMII di UMM

in 4

Oleh:Faqih Al Asy'ari


Satu bulan yang lalu saya googling tentang bid’ah. Yang muncul di halaman pertama adalah kajian-kajian pengharaman bid’ah: kullu bidatin dlolalah. Mereka mengamini satu pernyataan Ibnu Umar: semua bid’ah adalah sesat. Termasuk penjelasan yang muncul dalam Wikipedia yang secara langsung mengharamkan bid’ah. Ini meresahkan, karena ternyata dakwah kita melalui tulisan dalam memanfaatkan teknologi masih terbatas.

Sah-sah saja sebetulnya khilafiyah (perbedaan) dalam islam berkembang. Akan tetapi kita tidak bisa membenarkan melihat agressiffitas Islam Transnasional melakukan berbagai cara propaganda, mempengaruhi bahkan menyerang dan menggerogoti sendi-sendi ke-Islaman kelompok lain yang telah terbangun harmonis dengan adigium “musyrik, sesat, bahkan kafir!

Baca Selengkapnya...

Perencanaan Jenjang Keanggotaan Demi Menjaga Eksistensi Organisasi

in 2


Perencanaan jenjang keanggotaan dalam suatu organisasi untuk saat ini dirasa sangat perlu untuk dipersiapkan, karena didalam menjaga keberlangsungan organisasi untuk periode selanjutnya maka perlu adanya perencanaan calon penerus tongkat estafet kepengurusan dan oleh karena itu perlu direncanakan secara matang baik langkah taktis maupun langkah praktis pelaksanaannya sejak dini. Seperti halnya didalam suatu organisasi profit, organisasi non profit pun perlu melakukan perencanaan ini untuk mengatasi kejadian yang tidak diinginkan dipertengahan jalan atau di akhir masa kepengurusan tidak perlu lagi susah untuk mencari calon pengganti ketua yang sedang menjabat saat itu. Berdasarkan pengalaman dari beberapa organisasi yang pernah saya ketahui dan melihat pada kondisi organisasi yang ada serta iklim sosial anggota organisasi saat ini maka dapat saya tarik kesimpulan bahwa kebanyakan mereka belum dapat menentukan siapa calon yang tepat yang akan menggantikan ketua saat ini dan prosesi penggantian ketua diserahkan kepada peserta yang mengikuti proses pergantian ketua tersebut dengan sepenuhnya, jadi siapapun yang terpilih ketika itu maka dialah yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dan belajar tentang segala hal mengenai organisasi sambil menjalankan organisasi tersebut istilahnya belajar sambil jalan.

Baca Selengkapnya...

Strategi Pengkaderan: Mencipta Aktor Akademis Fakultatif

in , 4

Oleh: Faqih Al Asy’ari


Sebagai organ pengkaderan, kita terus berupaya mencari konsep pengkaderan terbaik di PMII, baik dalam prespektif lokal (locus at campus) maupun cabang hingga nasional. Untuk itu kita butuh membaca berbagai kondisi objektif saat ini, melakukan otokritik dan adaptasi.

Untuk menata ruang konsep kaderisasi tersebut, sebetulnya kita butuh dealektika panjang proses kesejarahan dan perumusan cita dan penyamaan visi. Untuk menguatkan pentingnya menata ruang konsep kaderisasi yang dapat dipahami bersama itu saya mengutip apa yang pernah disampaikan K.H. Hasyim Asy’ari[1];

Baca Selengkapnya...

Teori Neofungsionalisme

in 1


Jeffrey C. Alexander
Neofungsionalisme yang lahir sekitar tahun 1980an adalah kelanjutan dari fungsionalisme structural yang dikembangkan oleh Talcott Parsons yang mengalami kemerosotan sejak pertengahan 1960 – 1980an. Tokoh dari Neofungsionalisme adalah Jeffrey Alexander dan Paul Colomy yang mendefinisikan bahwa neofungsionalisme adalah “rangkaian kritik dari teori fungsional yang mencoba memperluas cakupan intelektual fungsionalisme yang sedang mempertahankan teorinya” (1985:11).

Baca Selengkapnya...

Variasi Teori Neo-Marxis

in 3


1. Determinisme Ekonomi
Dalam pemikiran – pemikirannya Marx menganggap bahwa sistem ekonomilah yang sangat penting dan menegaskan sitem ekonomi menentukan semua sector masyarakat.  Sector politik, agama dan sebagainya tak bisa terlepas dari sistem ekonomi, semuanya dipengaruhi oleh sector ekonomi.

Para pemikir Marxis yang meyakini determinisme ekonomi, kapitalisme akan mengalami kehancuran pada saatnya nanti. Penyebab kehancuran kapitalisme adalah sistem kapitalisme itu sendiri. Maka dari itu determinisme ekonomi diharapkan mampu menemukan proses kerja itu.

Baca Selengkapnya...

Lima Kader Terbaik Yang Mampu Mempertahankan Eksistensi Organisasinya

in 4


Jika dalam sejarah Bung Karno pernah berkata "Beri aku seribu orang dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru. Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air dan aku akan mengguncang dunia" maka akupun tak mau kalah dengannya cukup "Beri aku lima kader terbaikmu dan mereka akan menggemparkan kampusmu". Adapun untuk mencapai tujuan menggemparkan kampus tentu tidak lima orang yang kita pilih secara acak tetapi yang saya butuhkan adalah lima orang kader terbaik yang memiliki spesifikasi kemampuan pada bidang masing-masing, adapun lima bidang tersebut antara lain Akademis, Leadership, Administratif, Mobilisasi Massa, dan Organisatoris atau saya singkat menjadi ALAMO.

Baca Selengkapnya...

Anas Urbaningrum Lebih Baik Buka Toko Kelontong

in 3


Anas Urbaningrum, saat namanya baru eksis di kancah perpolitikan Indonesia, banyak publik yang bangga dengan sosoknya. Politisi muda yang mampu mendobrak dominasi politisi – politisi tua yang tidak mau mengalah begitu saja. Baginya tidak ada kaitannya antara usia dengan karier atau jabatan. Ia juga dikenal sebagai figure yang cerdas dan kalem. Tapi juga bisa bersikap tegas dalam berbagai kesempatan. Pemikiran – pemikiran cerdasnya banyak dikeluarkannya baik lisan maupun tulisan. Teringat saat namanya masih tercatat sebagai anggota KPU, ia pernah berpendapat bahwa pemilu adalah sebuah kompetisi berbagai kekuatan politik. Maka dari itu pemilu harus membuka peluang terjadinya kompetisi yang fair dan transparan. “rakyat yang akhirnya akan memberikan penilaian, sebab rakyatlah juri yang paling adil”[1]. Melihat dari pemikiran – pemikiran cerdasnya hingga mengantarkannya sebagai politisi yang layak diperhitungkan, tidak serta merta lahir begitu saja. Sebelumnya ia juga sempat berproses di berbagai macam organisasi selama ia menempuh studinya. Diyakini bahwa namanya hingga bisa eksis sampai sejauh ini tidak terlepas dengan perjuangannya yang idealis di organisasi – organisasi yang pernah dihidupinya. Sungguh politisi muda yang layak diapresiasi perjuangannya.

Baca Selengkapnya...

TradisioMALL

in , 3

Bu..beli bu : Aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Dinoyo
 Oleh: Oriie Muhammad

Pasar Tradisional Dinoyo yang
mulai beroprasi sejak lama ini haru s rela menjadi bagian kenangan. Pasar Tradisional ini selalu memberikan warna tersendiri bagi warga Kota Malang, kawasan seputar Dinoyo khususnya. pasar tradisional yang mulai beraktifitas sejak pukul 03.00 pagi ini selalu ramai dikunjungi. Terlebih oleh masyarakat golongan menengah kebawah.

Baca Selengkapnya...

PKD XIX PMII UMM 2012 (Dokumentasi Foto)

in 0

Ki-Ka : Sahabat Erwan bersama Ketua Pelaksana PKD XIX (Lalu Taqi)

Baca Selengkapnya...

ARAB, INDONESIA DAN KAMPUS PUTIH

in 1

Sebuah cerita realis dari negeri sebrang yang memiliki bangunan dengan nilai sejarah tinggi, dan memiliki nilai keindahan, kemegahan serta kesucian bagi pemeluk agama islam yang pada tiap tahunnya datang ke bangunan ini dengan tujuan mendekatkan diri pada illahi rabbi. Saudi arabia lah nama negeri ini, dengan bangunan Ka’bah yang menjadi iconnya. Sebuah negeri yang sangat indah, yang di anggap oleh masyarakat muslim memiliki keberkahan tersendiri. Tapi sayangnya ke indahan dan kesucian negeri ini harus di nodai dengan sebuah pertumpahan darah yang di lakukan oleh gerakan – gerakan islam transnasional atau fundamental, yang bertujuan membentuk formalisasi islam dalam sebuah masyarakat pada umumnya dan negara pada khususnya. Berbagai noda ia siramkan di negeri yang di anggap memiliki kesucian oleh umat muslim. Seperti pembunuhan yang ia lakukan terhadap para jama’ah haji dari syria,iran, irak dan lain – lainnya yang di anggap salah atau bid’ah.

Baca Selengkapnya...

Organisasi Intra Itu OSIS

in 15


Bagi yang sedikit bernasib baik dengan pernah menikmati bangku sekolah formal jenjang SMP,SMA dan sejenisnya, jelas juga mengenal OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Nama yang wajib tertempel di saku seragam putih sebelah dada kiri. Entah siapa yang mempunyai ide cerdas dengan mencetuskan nama tersebut. Nama organisasi yang ternyata milik dan dijalankan oleh siswa – siswa sekolah formal tersebut. Wadah bagi siswa – siswa berpotensi yang masih mempunyai energy dan semangat juang tinggi untuk mengejar mimpi – mimpinya.

Tapi sayangnya mereka masih yesterday afternoon child yang masih harus belajar banyak mengenai manajemen organisasi. Wajar apabila kita sering menemukan kegiatan – kegiatan yang mereka laksanakan terkesan wah tapi masih “kosong”. Selain kegiatan yang harus mampu menampung minat bakat siswa. Mempertontonkan pentas seni (tak jarang mendatangkan grup band nasional dengan biaya mahal), class metting, lomba ini itu dan masih banyak yang lain. Tujuannya memang kita dapat menangkap behwa mereka ingin menghargai minat bakat siswa dan menyalurkan energy positif jiwa – jiwa muda agar tidak disalahgunakan. Tapi jika lebih cermat lagi untuk mengamati, bahwa mereka sebenarnya hanya mengejar eksistensi. Seakan – akan membuktikan kepada dunia bahwa mereka yang masih yesterday afternoon child mampu untuk menyelenggarakan kegiatan yang jika orangtuanya mengetahui pasti akan bangga, setelah dituntut dengan program kerja yang harus dipertanggungjawabkan ke guru – guru ataupun teman – temannya. Sebatas menyelenggarakan kegiatan yang “tampak” karena masih proses belajar berorganisasi. Ya, OSIS adalah organisasi yang djalankan oleh sekumpulan yesterday afternoon child demi mengejar eksistensi untuk membuktikan bahwa mereka meskipun anak yang masih seperti itu ternyata bisa. Wajar apabila kegiatannya itu – itu saja.

Baca Selengkapnya...

Izzat Islami, Pemimpin Muda Rayon FKIP PMII UMM

in 2

Beberapa hari yang lalu telah dilaksanakan RTAR di Rayon FKIP PMII UMM. Rapat tahunan yang seharusnya dilaksananakan tiap satu tahun sekali. Saya sendiri sebenarnya tidak berniat hadir pada acara tersebut. Karena saya pikir acaranya dan orang – orangnya mungkin hanya itu – itu saja, membuatku bosan dengan keadaan ini. Tapi pada akhirnya saya hadir juga di akhir acara meskipun hanya sebentar. Setelah di sore hari yang dingin karena hujan tak kunjung berhenti, Ucheng tiba – tiba teringat dan mengajak untuk hadir saat Lugas, Ipunk, Alan dan Ucheng sendiri sedang asyik ngopi di warung Sumber Rejeki depan kampus UMM. Sungkan menolak ajakannya, karena ia salah satu senior Rayon AD FISIP UMM yang cukup disegani, selain Ardiyanto.

Fenomena unik yang terlihat dengan mata saya sendiri adalah terpilihnya sahabat Izzat Islami sebagai Ketua Rayon FKIP PMII UMM menggantikan sahabat Erwan Sholeh. Unik karena sosok Izzat adalah anak kemarin sore di PMII UMM. Belum genap setahun aktif dan baru semester I Jurusan Bahasa Inggris FKIP UMM. Teringat saat pertama kali saya menemukannya di warung kopi EmGe. Malam itu ia bersama satu temannya sedang asyik ngopi dengan berpakaian rapi, menandakan jika baru selesai kuliah saat diperkenalkan denganku oleh penjaga warung kopi yang berambut gondrong. Kesan pertamanya ia sangat bersemangat untuk segera aktif di PMII UMM, tapi sayang ia masih polos.

Baca Selengkapnya...

Omek Berlabel Islam dan Dekadensi Moral Mahasiswa

in 8

Oleh: Lugas Wicaksono

Sudah kesekian kali aku mendengar pacar temanku hamil ataupun temanku perempuan sendiri yang hamil tanpa melalui prosesi pernikahan terlebih dulu, sudah kesekian kali aku mendengar gadis yang katanya baik – baik sudah kehilangan kegadisannya. Seminggu yang lalu aku dengar kabar bahwa kawanku masuk penjara oleh karena kasus pencabulan anak di bawah umur. Tiga hari lalu kawanku tertangkap tangan polisi karena kedapatan mengkonsumsi ganja. Tadi malam aku lihat dua pemuda mabuk bertengkar memperebutkan satu gadis di simpang jalan. Yang satunya tewas dan satunya lagi masuk penjara. Rentetan peristiwa di atas, mengajak otakku terus berpikir, bahwa ada permasalahan besar yang disebut moral! Ya, dekadensi moral pemuda, khususnya mahasiswa, mengancam tumbuh kembangnya negeri ini. Membuatku semakin galau menatap kehidupan yang semakin absurd.

Pagi ini tak kulihat mentari pagi. Membuat pagi agak gelap dan basah oleh tetesan embun yang tak kunjung kering. Persis seperti perasaan hatiku yang gelap, suram dan basah oleh tetesan air mata kepedihan, galau! Ku ajak kegalauanku pergi ke kampus, menikmati segala sesuatu yang terkandung di dalamnya, termasuk mahasiswi – mahasiswi cantik tentunya. Di tempat – tempat strategis kulihat pamflet – pamflet milik komunitas - komunitas GJ tertempel di tembok, papan pengumuman, meja kantin, pohon. Menceritakan apa – apa saja yang akan mereka lakukan dengan harapan menarik minat bagi yang membacanya. Yang paling banyak ku temukan adalah milik omek berlabel Islam.

Baca Selengkapnya...

Reaktualisasi Organisasi Berbasis Ideologi

in 4

Lalu Taqi Mustaqim
Ketua Panitia PKD XIX 
Tonggak perubahan dan peradaban manusia sangat tergantung pada proses dinamika pendidikan. Potret peradaban yang maju ditandai dengan dinamika pendidikan yang intensif. Peradaban dunia Arab misalnya merubah diri dari era jahiliyah pada abad ke-7 saat transformasi pendidikan spiritual Islam dikembangkan oleh Rasulullah Nabi Muhammad. Begitupun peradaban Yunani yang menyejarah dengan tradisi skolastiknya, dilanjutkan dengan telaah teori kritis yang massif pada era Pencerahan, Marx, dan Mazhab Frankfurt.

Pentingnya pendidikan dan transformasi ilmu pengetahuan juga berkali-kali diingatkan dalam berbagai dalil Al Qur’an maupun hadis. Manivestasi kewajiban kita untuk terus berproses dalam pendidikan sebagaimana dalam Surah Thahaa (114) “Katakanlah: ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan’.” Bagitupun banyak dalil dan hadis lain yang mengupas pentingnya kita terus bermunajat berharap serpihan Ilmu Allah, seperti pada Hadist Nabi yang mewajibkan kita menimba ilmu dari kandungan hingga saat meninggal dunia.

Begitupun pada dinamika pengkaderan Komisariat PMII UMM. Melalui Dzikir, Fikr dan Amal Sholeh proses tersebut menjadi rangkaian aksiologis yang harus dilakukan kader Komisariat PMII UMM. Penyelenggaraan PKD ini merupakan bagian dari transformasi keilmuan sebagai bagian dari kegiatan Amal Sholeh, khususnya dalam rangka membuka ruang-ruang gempitanya proses-proses berfikr.

Baca Selengkapnya...

Rekayasa Pendidikan Sejarah Oleh Orde Baru

in 0

Judul Buku          : Pemahaman Sejarah Indonesia
                      Sebelum dan Sesudah Revolusi
Penyunting          : William H. Frederick dan Soeri Soeroto
Pengantar           : Asvi Warman Adam
Penerbit            : Pustaka LP3ES Indonesia
Tebal               : xxxiii + 507 hlm;
                      23 x 15,5 cm
Cetakan             : 3, Juli 2005

Baca Selengkapnya...

Kader PMII UMM Menggebrak Indonesia

in , , , 2

Ketika masih bayi nama Azhari yang satu ini tidak sampai terdengar di telinga Presiden. Anak manusia dari Aceh ini hanya bisa merepotkan saat Presiden bersama warga Negara Indonesia yang lain sibuk memperingati hari kemerdekaan tanggal 17 agustus ketika ia lahir. Ia hanya bisa menangis tebahak – bahak saat keluar dari mulut rahim bundanya melihat silaunya dunia. Tak tahu apa  yang bisa ia perbuat untuk bangsa. Jangankan berbuat untuk bangsa, untuk hidupnya saja ia hanya bisa pasrah saat disuapi, diganti popoknya, dimandikan dan segala aktivitas sehari – harinya harus dibantu orang lain. Sama sekali tak berdaya!

Baca Selengkapnya...